Sabtu, 17 September 2011

Surat Kasih Sayang dari Bapa Sorgawi

Anak-Ku..

Engkau mungkin tidak mengenal Aku, tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu.(Maz. 139:1)

Aku tahu kalau engkau duduk atau berdiri. (Maz.139:2)

Aku mengerti segala jalanmu . (Maz. 139:3)

Setiap helai rambut kepalamu, terhitung semuanya .(Mat. 10:29-31)

Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupa-Ku .(Kej. 1:26-27)

Di dalam-Ku engkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada. (Kis. 17:28)

Sebab engkau ini adalah keturunan-Ku . (Kis. 17:28)

Aku mengenal engkau sejak sebelum engkau ada dalam kandungan. (Yeremia 1:4-5)

Aku memilih engkau dari semula sebelum Aku menciptakan segalanya (Ef. 1:11-12)

Engkau ada bukan karena suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam kitab-Ku . (Maz.139:15-16)

Aku telah menentukan waktu yang tepat untuk kelahiran dan di mana engkau akan hidup. (Kis. 17:26)

Kejadianmu dahsyat dan ajaib . (Kis. 139:14)

Karena Aku menenun engkau dalam kandungan ibumu .(Maz. 139:13)

Dan mengeluarkan engkau pada hari engkau dilahirkan .(Maz. 71:6)

Seringkali Aku tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal Aku. (Yoh. 8:41-44)

Aku tidak berada di tempat jauh dan murka, tetapi Aku adalah kasih yang sempurna . (1 Yoh. 4:16)

Dan adalah kerinduan-Ku untuk mengaruniakan Kasih-Ku untukmu. (1 Yoh. 3:1)

Semua itu karena engkau adalah anak-Ku dan Aku adalah Bapamu. (1 Yoh. 3:1)

Aku memberikan lebih dari yang dapat diberikan bapamu yang di dunia. (Mat. 7:11)

Karena Akulah Bapamu di Surga yang adalah sempurna .(Mat. 5:48)

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna engkau terima dari tangan-Ku. (Yak. 1:17)

Karena Akulah pemeliharamu dan Aku memberi semua yang engkau perlukan . (Mat. 6:31-33)

Rancangan-Ku yang diberikan kepadamu adalah hari depan yang penuh harapan . (Yer. 29:11)

Karena Aku mengasihi engkau dengan Kasih yang kekal. (Yer. 31:3)

Pikiran-Ku terhadap engkau tidak terhitung seperti pasir di tepi pantai. (Maz. 139:17-18)

Dan Aku bergirang karena engkau dengan sukacita dan sorak-sorai. (Zef. 3:17)

Aku tidak pernah berhenti berbuat baik kepadamu .(Yer. 32:40)

Karena engkaulah harta kesayangan-Ku . (Kel. 19:5)

Aku merindukan untuk mengokohkan engkau dengan segenap hati-Ku dan jiwa-Ku . (Yer. 32:41)

Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang besar dan yang ajaib. (Yer. 33:3)

Jika engkau mencari Aku dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan Aku . (Ul. 4:29)

Bergembiralah karena Aku, maka Aku akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. (Maz. 37:4)

Karena Akulah yang mengerjakan di dalammu kemauan itu. (Fil. 2:13)

Aku dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang engkau pikirkan . (Ef. 3:20)

Karena Akulah yang menganugrahkan penghiburan abadi kepadamu. (2 Tes. 2:16-17)

Akulah juga Bapa yang menghiburmu dalam segala penderitaanmu. (2 Kor. 1:3-4)

Ketika engkau patah hati, Aku berada dekat kepadamu. (Maz. 34:19)

Seperti seorang gembala menggembalakan dombanya, Aku membawa engkau dekat ke hati-Ku. (Yes. 40:11)

Suatu hari Aku akan menghapus semua air mata dari matamu. (Wah. 21:3-4)

Dan Aku akan mengangkat semua kesusahan yang engkau derita di atas bum. (Wah. 21:3-4)

Akulah Bapamu, dan Aku mengasihi engkau seperti Aku mengasihi putra-Ku, Yesus . (Yoh. 17:23)

Karena di dalam Yesus, Kasih-Ku kepadamu dinyatakan .(Yoh. 17:26)

Dialah gambar wujud dari keberadaan-Ku . (Ibrani 1:3)

Ia datang untuk menyatakan bahwa Aku dipihakmu, dan bukan untuk melawanmu . (Roma 8:31)

Dan untuk memberitahumu bahwa aku tidak memperhitungkan pelanggaranmu . (2 Kor. 5:18-19)

Yesus mati supaya engkau dan Aku dapat diperdamaikan . (2 Kor. 5:18-19)

Kematian-Nya adalah pernyataan terbesar dari kasihKu untukmu. (1 Yoh. 4:10)

Aku menyerahkan semua yang Aku sayangi supaya Aku mendapat kasihmu. (Roma 8:31-32)

Jika engkau menerima anugrah Anak-Ku Yesus, engkau juga menerima Aku. (1 Yoh. 2:23)

Dan tidak lagi ada yang akan memisahkan engkau dari kasih-Ku. (Roma 8:38-39)

Kembalilah dan Aku akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Surga . (Lukas 15:7)

Selamanya Aku adalah Bapa, dan selamanya Aku tetaplah Bapa . (Ef. 3:14-15)

PertanyaanKu adalah...Maukah engkau menjadi Anak-ku?. (Yoh. 1:12-13)

Aku menanti-nanti untukmu . (Luk. 15:11-32)

Kasih-Ku untukmu, Bapamu, Allah yang MahaKuasa

Jumat, 09 September 2011

Puisi "Diam"

Aku sungguh binggung
Ingin melakukan ini itu tetapi aku tidak sanggup
Ingin bibir ini berkata tetapi tidak mampu

Di sebuah kamar kecil di dalam gang kumuh itu
Aku duduk terdiam
Hanya bisa menuliskan untaian kata-kata indah ini

Walau kadang ada tawa dan cerita
Tetapi kesedihan dan tangisan selalu menemaniku
Terdiam dan terdiam hanya itu yang bisa aku perbuat

Bagiku diam adalah emas
Daripada berkata-kata yang banyak
Lebih baik diam saja
Diam memancarkan aura kebahagiaan sejati

Tak ada yang seindah diam
Semuanya berawal dari diam
Hanya waktu yang dapat menjawab
Semua misteri hidup tentang diam


Banyak orang yang menginginkan itu
Tetapi banyak juga yang menolak
Sungguh diam adalah kata yang penuh misteri

Kamis, 08 September 2011

Puisi "Manusia Sombong"

Siapa kita ini 
Kita bukan siapa-siapa
Tetapi mengapa begitu sombong

Manusia adalah mahluk Tuhan yang berakal budi
Tetapi tak punya apa-apa
Harta,Nyawa,Hidup semuanya adalah titipan Ilahi

Sombong
Itu bukan benda tetapi nyata ada
Tidak bisa di lihat atau di pegang

Jangan hanya karena kehebatan 
Engkau jadi sombong dan lupa
Lupa kalau semua yang  ada padamu adalah milikNya

Jangan Jangan Jangan
Jangan sombong
Dia membenci orang sombong
Itu hanya akan mendatangkan kemarahanNya
Engkau akan di buang kedalam bara api yang menyala

Engkau mau seperti itu
Tidak bukan?
Tetapi mengapa masih sering Engkau lakukan
Begitu bodohnya engkau wahai manusia
Mau maunya diperalat oleh iblis

Lihat dia bersorak-sorai dan bersukacita
Ketika engkau mengangkat kepala besarmu itu
Begitu angkuh dan sombongnya engkau
Engkau hanya dijadikan budak oleh si iblis
Cepatlah engkua sadar wahai manusia sombong

By: KarolinFOJ

14 Hal yang Membuat Hidup Saudara Tidak Biasa-Biasa


  1. Belajar tersenyum bila masalah datang
  2. Tetap berpenampilan menarik meskipun dalam keadaan puasa
  3. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu dan cerdik seperti ular supaya jangan ditipu<berhikmat>
  4. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa
  5. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan
  6. Layanilah Tuhan dengan karunia yang Tuhan berikan, karena banyak yang mampu melayani tetapi tidak mau dan banyak yang mau melayani tetapi tidak mau
  7. Jadikan persembahan saudara menjadi penyembahan dan bukan penyesalan
  8. Layanilah Tuhan dengan sukacita dan bukan dengan suka-suka
  9. Pilihlah makanan saudara berdasarkan kebutuhan bukan keinginan
  10. Jadilah Kristen yang kritis tetapi jangan penuh kritik
  11. Lebih baik engkau diam dan dikira orang bodoh daripada banyak bicara dan membuktikan engkau bodoh
  12. Lakukanlah yang benar , bukan apa yang kamu rasa benar
  13. Jadikanlah Alkitab sebagai "Obat Kuat" bukan "Obat Tidur"
  14. Terimalah orang lain "apa adanya" bukan "ada apanya"

    The Song From Fransiska "Kuasa Doa"

    Kau menjawab doaku 
    Pada waktu terbaikMu
    Sbab telingaMu Tuhan 
    Tak kurang tajam untuk mendengar suaraku

    ###
    Kau menjawab doaku
    Dengan cara terbaikMu
    Karena tanganMu Tuhan 
    Tak kurang panjang untuk menolong diriku

    Reff:
    Segala yang kupinta dengan iman
    Kubersyukur atasnya senantiasa
    Sebab ku pasti menerima keajaiban
    Didalam kuasa doa

    ###


    Back to Reff 

    Berkat yang Kau adakan di hidupku
    Ku memuji namaMu selamanya
    Sebab kupasti menerima setiap janjimu 
    Sampai sepanjang masa
    Sampai sepanjang masa
    Didalam kuasa doa

    Hidup Adalah Pilihan

    Rolando dan Ronaldo adalah sepasang anak kembar yang terlahir dari keluarga yang berantakan. Ibunya adalah seorang penjudi, dan ayahnya adalah juga penjudi dan pemabuk. Ibu mereka lebih dahulu meninggal pada saat bayi kembar ini lahir. Sang Ayah yang kemudian merawat mereka dan kemudian menyekolahkan mereka, sampai pada akhirnya sang Ayah meninggal dunia. Karena tidak memiliki keluarga yg bersedia menampung ke dua anak kebar ini, akhirnya mereka tinggal di sebuah panti asuhan yg berbeda. Berita mengenai nasib malang kedua bocah kembar ini sempat menghiasi koran tempat lahir mereka di Negara Mexico.

    Empat puluh tahun kemudian setelah perpisahan tersebut, seorang pemimpin redaksi surat kabar ternyata ingin mengetahui keberadaan kedua anak kembar tersebut dan kemudian mengutus team wartawan mereka untuk melakukan pencarian data.

    Mereka menemukan Rolando sedang berada dalam sebuah bar di daerah Guadelajara dalam kondisi mabuk berat dan nampaknya memiliki kebiasaan berhari-hari tidak mandi. Kemudian mereka pun mewawancarai Rolando, dan bertanya mengapa dia sampai begini? Rolando sambil menunjukkan kekesalannya berteriak… “Aku begini karena AYAHku! Apa yang bisa diharapkan dari ayah pemabuk? Yach Inilah aku, seorang pemabuk juga. Buah yang jatuh tak Jauh dari pohonnya.” teriaknya.

    Sementara wartawan yang lain juga telah menemukan Ronaldo, di dia berada di Mexico City sebagai seorang Direktur sebuah konsorsium internasional yang memiliki keluarga mapan dan bahagia. Mereka mewawancarainya, dan bertanya kepadanya, apa yang menjadi motivasinya sehingga dia bisa menjadi seorang yang berhasil dan sehebat ini. Jawaban Ronaldo memiliki persfektif yang bertolak belakang dengan Rolando meskipun dengan objek pembicaaran yang sama, yaitu ayah merek. Ronaldo berkata bahwa alasan utama keberhasilannya adalah Ayahnya. “Ayahku dulu adalah seorang pemabuk dan penjudi, dan aku ingin membuktikan kalau aku bisa menjadi orang hebat walaupun lahir dari keluarga pemabuk dan penjudi,” katanya dengan mata berkaca-kaca.



    Mindset dan penilaian terhadap sebuah peristiwa dalam pikiran seseorang sangat menentukan ke arah mana kehidupan yang sedang dijalani. Satu peristiwa menyakitkan dapat membunuh dan menghancurkan hidup dan masa depan seseorang jika dilihat dari persfektif negatif, namun sebuah peristiwa tragis juga dapat dijadikan sebuah refleksi dan batu loncatan untuk mengubah arah hidup dan meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Tidak mudah untuk mengambil pilihan-pilihan terbaik dalam situasi yang sulit dan menjadikannya sebuah kemenangan, namun lebih tidak mudah jika kita salah memilih dan menghancurkan hidup. Apakah seseorang melihat hidupnya dari sisi negatif atau sebaliknya dari sisi yang positif, tentu hasilnya akan berbeda dan bertolak belakang, oleh karena itu harus mengambil pilihan dengan bijaksana.

    Pedangang Intan

    Seorang pedagang kaya di Belanda sedang mencari suatu intan untuk menambah jumlah koleksinya. Satu dealer intan terkenal di New York menemukan jenis intan yang diinginkan orang tersebut dan mengundangnya untuk melihat.

    Pedagang Belanda itu pun segera menuju New York untuk melihat apakah betul intan itu adalah yang terbaik dan ingin sekaligus melakukan transaksi. Setelah mendengarkan penjelasan teknis yang sangat sempurna dari asisten pemilik toko tersebut mengenai keindahan dan nilai dari intan tersebut, orang belanda itu pun memutuskan untuk tidak jadi membeli batu permata itu.

    Sebelum ia keluar, pemilik toko itu melangkah dan mendekati pembeli intan itu dan berkata: “Apakah Anda tidak keberatan jika saya menunjukkan kepada Anda intan permata itu sekali lagi?” Pembeli itu pun menyetujui untuk melihat intan itu sekali lagi.

    Pemiliki toko itu sama sekali tidak mengulang satu kata pun dari kalimat asistennya mengenai intan itu. Ia hanya meletakkan intan itu di atas telapak tangannya, matanya fokus pada permata itu dan menjelaskan mengenai keindahan dari permata itu dan mengapa intan itu berbeda dari intan lain yang pernah ia lihat. Orang belanda itu pun segera membeli intan itu.

    Sambil memasukkan permata yang baru saja dibeli ke dalam baju jasnya, pembeli intan itu berkomentar kepada pemilik toko: “Saya agak heran mengapa Anda sanggup menjual intan ini kepada saya, sementara asisten Anda tidak bisa.”

    Pemilik toko itu pun menjawab: “Sales itu adalah yang terbaik dalam bisnis ini. Ia tahu jauh lebih banyak dari siapa pun termasuk saya, dan saya membayarnya dengan sangat tinggi untuk pengetahuan dan pengalamannya. Saya memang bersedia membayar dia dua kali lipat di bidang yang masih kurang bagi saya. Anda melihat bahwa ia mengetahui banyak tentang intan, namun saya sangat mencintai intan-intan itu.” 


    Pengetahuan yang sangat baik terhadap sesuatu bidang tidak menjadi jaminan bahwa orang tersebut akan berhasil menjalankan perannya. Selain memiliki pengetahuan yang baik atau IQ yang baik, juga diperlukan aspek lain seperti kecerdasan emosi (EQ) dan aspek-aspek yang ada dalam EQ, namun terlebih lagi dalam setiap pekerjaan yang kita miliki dan dalam hidup yang kita jalani, sangat membutuhkan rasa cinta yang tinggi. Tanpa cinta, ilmu yang tinggi sekali pun dapat mengakibatkan kegagalan.

    Dilahirkan Untuk Terbang

    Suatu hari seekor induk ayam menemukan sebuah telur dan menaruhnya bersama telur-telurnya dan mengeraminya bersama telur-telurnya, tanpa ia ketahui kalau telur yang ia temukan adalah telur Elang. Begitulah akhirnya seekor elang lahir dalam keluarga ayam.

    Karena anak elang tersebut dilahirkan dan dibesarkan bersama anak-anak ayam, maka ia tidak pernah berpikir untuk mampu terbang tinggi dan teriakan yang sangat keras. Anak elang tersebut betul-betul berpikir bahwa ia adalah anak ayam yang hanya dapat berjalan atau berlari-lari dan mengais tanah mencari makanan.

    Suatu hari anak elang itu melihat ke atas dengan penuh kekaguman memperhatikan seekor elang besar dengan suara keras berputar-putar di angkasa. Ketika ia bertanya kepada induk ayam, binatang apa yang sedang terbang itu, sang induk menjawab: “Itu elang, tentu kamu tidak akan pernah dapat terbang seperti itu, kamu hanya seekor ayam.” Kemudian mereka kembali mengais tanah mencari makanan.

    Sampai besar anak Elang itu terus memperhatikan bagaimana elang beterbangan di atas sana dan merindukan bagaimana ia bisa terbang melintasi awan-awan bersama mereka. Tetapi tidak pernah sekali pun ia mengepakkan sayapnya dan mencoba untuk terbang, elang itu pun akhirnya mati dan tetap berpikir bahwa ia seekor anak ayam.

    Versi lain:

    Suatu kali ketika anak elang itu bermain-main di tepi tebing, ia berjumpa dengan seekor elang besar. Sepertinya ia tidak takut berhadapan dengan elang besar itu. Kemudia elang besar itu berkata: “tahukah kamu bahwa kamu seekor elang?” Bukan! Bukan!, saya bukan elang, saya ayam” sahut anak elang itu tanpa ia ketahui bahwa memang sesungguhnya ia seekor elang. “Mari kita buktika bahwa kamu adalah seekor elang dan bukan ayam,” kata elang besar itu.

    “Coba kamu loncat-loncat yang kuat dan kepakkan sayapmu dengan keras,” kata elang besar itu. Anak elang yang sudah cukup dewasa itu pun mencoba, namun terjatuh, ia mencoba lagi dan terjatuh berkali-kali. “Benar kan! Saya bukan elang, saya ayam,” katanya. Kemudia elang besar itu meminta anak ayam mencoba lagi untuk meloncat dan mengepakkan sayap dengan lebih kuat, beberapa kali terjatuh lagi, sebetulnya lompatan dan kepakan sayapnya makin kuat dan makin tinggi, namun belum berhasil terbang. Anak elang itu pun frustrasi dan berkata “memang saya anak ayam, itu buktinya, sudah saya coba berkali-kali namun tidak berhasil sepertimu.”

    Akhirnya si elang besar mengangkat anak elang ke udara yang sangat tinggi kemudia ia melepaskan anak elang, itu. Sesaat anak elang itu kaget dan hilang kendali, namun si elang besar berkata “kepakkan sayapmu sekuat tenaga, terbanglah, terbanglah!” Dan betapa herannya si anak elang itu, di ketinggian dapat terbang melintasi awan-awan, dan akhirnya ia berkata: “Betapa senang bisa terbang.” “Benar juga, ternyata saya ini Elang bukan Ayam!” katanya dengan bangga.





    Setiap orang sesungguhnya diciptakan dengan kemampuan-kemampuan yang sangat baik menurut talenta dan keunikan masing-masing. Namun setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Sebagian orang kelihatannya mudah mencapai keberhasilan dalam hidupnya dan menggunakan talentanya secara maksimal. Sebagian orang lagi merasa tidak mampu sukses seperti orang-orang yang telah sukses, karena dibesarkan ditempat yang mungkin kurang menguntungkan atau sering diejek “kamu tidak bisa, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses.” Tidak ada kesuksesan yang diperoleh dengan mudah, setiap orang sukses pernah jatuh dan gagal berkali-kali, namun mereka tidak menyerah dan terus mencoba hingga kesuksesan dapat diraih dan terbang makin tinggi dalam kesuksesannya.”

    Ini Lebah Akan Segera Menyengat Aku

    Pada suatu perjalanan liburan, sebuah keluarga pergi dengan mobil mereka menuju lokasi wisata, dan dengan jendela kaca yang diturunkan, mereka dapat menikmaai kehangatan matahari pagi yang cerah. Namun tiba-tiba seeokor lebah masuk ke dalam mobil itu dan berputar-putar di dalam mobil. Salah seorang anak perempan kecil di dalam mobil itu sangat alergi terhadap sengatan lebah, yang dapat mengancam jiwanya dalam beberapa jam saja jika disengat lebah.

    “Aduh Ayah! Dia berteriak karena ketakutan, “Ini lebah, ia akan segera menyengat aku!” Sang ayah mencoba menghentikan mobil dan mencoba menangkap lebah itu. Lebah itu terbang tepat mengarah kepadanya dan tiba-tiba menghantam kaca depan mobil, saat itulah tepat sang Ayah menangkap lebah itu dengan kedua tangannya. Pada saat menggenggam lebah itu, tangan sang ayah pun disengat lebah itu dan rasa cukup perih akibat sengatan lebah itu dirasakan oleh sang ayah.

    Kemudian sang ayah melepaskan lagi lebah itu dari tangannya. Namun ternyata lebah itu masuk lagi ke dalam mobil. Anak perempuan itu seketika kembali panik dan berteriak “Ayah! Lebah itu akan menyengat saya lagi lagi! Dengan tenang sang ayah menjawab “Tidak sayang, dia tidak akan menyengatmu lagi. Lihat tangan ayah.” Sengat lebah itu tertancap di tangan sang ayah.



    Di dalam kitab 1 Korintus 15:55-57 Paulus menuliskan: “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat. Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” Ketika Yesus disalibkan, disana Ia mempersembahkan diri-Nya untuk mati bagi dosa-dosa manusia, ketika Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, Ia menunjukkan kedua belah tangan-Nya yang berlubang bekas tusukan paku salib. Sengat maut/ dosa sudah dicabut oleh kematian Yesus Kristus, dan setiap orang yang percaya pada-Nya telah dibebaskan dari sengat maut dan dari kuasa dosa.

    Minyak Dalam Mangkuk

    Ada sebuah dongeng tentang seorang pengeran di Timur yang mempunyai anak laki-laki yang senang berfoya-foya. Hal itu sangat memalukan keluarga kerajaan. Si ayah mengingatkannya pada kedudukannya dan menasihati supaya menjadi teladan yang baik. Anak itu menjawab, “Jalan sempit dan lurus terlalu sukar bagiku dan tidak mungkin bagiku untuk merubah cara hidupku.”

    Kemudian raja mencari akal. Ia memerintahkan anaknya membawa mangkok yang berisi penuh minyak dan berjalan melalui jalan-jalan kota itu. Dua orang perwira mengikutinya dari belakang dengan pedang yang terhunus. Jika ada minyak yang tercecer, ia akan dibunuh seketika. Ketika anak muda itu menyelesaikan tugasnya dengan baik, ayahnya bertanya, “Apa yang kau lihat?”

    “Tak ada, kecuali minyak dalam mangkok,” jawabnya.

    “Apakah pasar besar dan alun-alun tidak menarik perhatianmu?” tanya ayahnya.

    “Tidak, aku hanya mengarahkan mata pada minyak. Aku tahu bahwa kalau akau tidak menjaganya terus, aku dapat kehilangan kepalaku,” kata anak itu menjelaskan.



    Sesorang yang sudah masuk di dalam perlombaan iman, tidak perlu lagi memandang dunia sekelilingnya sebagai hal yang sangat menarik perhatiannya, karena matanya sudah terpaku pada mahkota surgawi.



    …, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya denga mata yang tertuju pada Yesus yang memimpin kita dalam iman,… --- Ibrani 12:1,2

    Indahnya Kebersamaan

    Yeremia 33:3
    Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.


    Ada seorang anak perempuan yang tinggal bersama ayahnya. Ibu dari anak perempuan ini telah meninggal. Keluarga ini adalah keluarga yang bahagia, di mana ayah dan anak perempuannya ini selalu bertukar cerita sebelum berangkat ke sekolah dan tempat kerja mereka masing-masing. Hal itu mereka lakukan terus setiap hari. Sepulangnya dari aktivitas mereka masing-masing, mereka pun sering bercerita di meja makan tentang apa yang mereka alami selama satu hari itu. Kebiasaan ini telah berlangsung cukup lama.

    Tiba-tiba pada suatu hari, selesai makan malam, anak perempuan ini tidak bercerita kepada ayahnya dan langsung masuk ke dalam kamar. Ayahnya kaget dan berpikir mungkin anakku terlalu capek. Keesokan harinya hal yang sama terulang kembali sehingga ketika ayahnya mempunyai sebuah cerita, ia tidak dapat menyampaikan hal itu kepada anaknya. Dan hal itu pun berlangsung sebulan lamanya.

    Akhirnya tiba pada hari ulang tahun sang ayah. Anak perempuan ini memberikan sebuah bungkusan kepada ayahnya dan berkata, "Ayah, sweater ini aku buatkan khusus untuk ayah. Selama satu bulan ini aku langsung masuk ke kamar untuk membuatkan sweater ini untuk ayah. Selamat ulang tahun ayah".

    Sang ayah pun menangis dan menjawab dengan sedih, "Anakku, kenapa engkau melakukan ini semua. Justru yang ayah butuhkan adalah saat di mana ayah bisa berbagi cerita denganmu. Bukannya ayah berkata ini tidak penting, tetapi saat yang indah di mana kita bisa berbagi adalah saat yang paling indah".

    Lalu anak perempuan itu berkata, "Maafkan aku ayah. Selama ini aku kira dengan semuanya ini aku dapat menyenangkan hati ayah".

    Hubungan ayah dan anak perempuannya ini kembali pulih dan mereka dapat kembali berbagi cerita di meja makan.


    Seringkali kita terlalu sibuk dengan aktivitas kita sehingga kita sering melupakan untuk melakukan saat teduh dan berdiam diri sejenak di hadapan Tuhan, juga mendengarkan apa yang ingin Tuhan katakan dalam hidup kita

    Mantapnya Percaya

    Suatu hari seorang pria dari suku Indian yang telah bertobat ditanya oleh sahabatnya, “Mengapa kamu selalu membicarakan dan menyebut nama Yesus?” Mendapat pertanyaan tersebut, pria Indian ini terdiam sebentar. Bukan langsung menjawab, ia malah mengambil sejumlah ranting dan rumput yang kering dan dibuatnya menjadi lingkaran. Setelah jadi, ia pun membakarnya. Namun sebelum itu, ia sudah meletakkan seekor ulat di tengah-tengah api.

    Api semakin besar, tetapi belum ada satu patah kata pun keluar dari pria Indian tersebut. Justru ia dan sahabatnya menyaksikan bagaimana ulat yang ditaruh di tengah-tengah api itu menggeliat dan ingin segera keluar dari sana. Tidak lama kemudian, ia pun lalu mengeluarkan jari tangannya dan dengan segera si ulat merambat naik dengan selamat.

    “Seperti itulah yang dilakukan Tuhan Yesus ketika saya tidak berdaya, berada di tengah-tengah bahaya, saya berseru mohon pertolongan pada-Nya. Dia mendengarkan saya dan memberi pertolongan,” kata pria Indian setelah menolong ulat keluar dari lingkaran api.

    Dalam hidup ini, yakinlah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, tangannya senantiasa terulur untuk menolong dan menyelamatkan kita. Dia adalah menara perlindungan, kota benteng, gunung batu dan perisai keselamatan umat-Nya. Sudah selayaknya untuk kita memercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya. Namun sayangnya, kadang kala kita mendapati orang-orang percaya mengharapkan pertolongan di luar Tuhan, meski sebenarnya mengerti siapa yang dapat menolongnya. Hanya Allah yang menjadi sandaran dan kepercayaan kita.

    Di saat segala sesuatu tampaknya sulit, bahkan seakan tembok tebal menghalangi kita, jawabannya hanya satu, berserah penuh kepada kuasa Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Ingatlah bahwa tangan kasih-Nya senantiasa terulur untuk menolong, memberi jalan keluar dan memimpin seluruh hidup kita. Mari berserah pada-Nya.

    Disaat Anda merasa tidak berdaya dan memiliki kekuatan apa-apa, Allah justru menunjukkan kuasa-Nya.

    Sayang Aku Mengasihimu


    “Mama… , saya mau masuk IPS …. Nggak mau masuk IPA…” tegas Tabita.

    “Sebaiknya kamu masuk IPA, karena banyak pilihan nantinya kalau meneruskan ke Perguruan Tinggi. Kamu bisa ambil jurusan pertanian, tehnik dan bila mau kamu juga bisa ambil jurusan sosial ekonomi…” kataku coba memberi masukan.

    “Tapi aku nggak suka pelajaran eksak…” bantah Tabita dengan kesal. 

    “Nilai pelajaran eksakmu kan bagus, cobalah… pasti nantinya juga kamu suka. Kamu harus pikirkan peluang ke depannya. Banyak pilihan jurusan yang bisa dipilih, dibandingkan kalau Tabita ambil IPS….” Sahutku agak keras.

    Terus terang, dalam pemilihan jurusan di SMA itu, antara aku dan Tabita putraku sempat terjadi ketegangan. Dia ingin masuk jurusan IPS dan aku ingin dia masuk IPA dengan pertimbangan, ia bisa ikut jejakku masuk jurusan pertanian selulus SMA dan akhirnya bekerja di Kementerian Pertanian, atau dia bisa masuk teknik dan bisa bekerja di Kementerian PU seperti kakek, tante atau omnya. 

    Namun setelah sharing dengan ibu Bernadeth, tetangga sebelah rumah seorang dosen UI. Aku akhirnya bisa menerima putusan Tabita untuk memilih jurusan yang dia suka. 

    “Lisa, pilihan apapun yang putramu mau, itu adalah haknya. Dan jurusan IPS juga adalah pilihan yang bagus. Dia nantinya bisa memilih jurusan ekonomi, hukum, bahasa, perbankan, akuntansi, atau apapun yang ia suka.

    Kalau kamu paksakan apa yang menurutmu bagus untuk masa depannya, baginya belum tentu itu bagus. Misalnya saja ia menurut, belum tentu juga nantinya semuanya berjalan dengan baik, karena ada unsur keterpaksaan. 

    Yang penting kamu sebagai ibu, terus mendampinginya, memberikan pengarahan padanya, agar ia bertanggung jawab dengan pilihannya itu. Menjadi apa yang ia impikan bagi kehidupan masa depannya” ujar bu Bernadeth dengan bijak.

    Aku menyerah dengan pilihan Tabita. Dan kejadian itu terjadi sekitar sepuluh tahun yang lalu. 

    Dan aku bersyukur karena aku tidak ngotot dengan keinginanku, dan memaksakan kehendakku pada putraku. Aku prihatin dengan seorang teman yang memaksakan kehendaknya agar putranya masuk fakultas kedokteran, namun setelah beberapa tahun putranya terganggu jiwanya karena tidak mampu mengikuti kuliah di fakultas tersebut. Masa depan anak yang hancur karena ambisi orang tua. 

    Sekarang Tabita sedang menyelesaikan skripsinya di Fisip jurusaan Hubungan Internasional, ia mempunyai impian menjadi seorang diplomat.Tuhan Yesus kiranya menolongnya mencapai impian itu. Amin. 

    Saudaraku terkasih,
    Memang untuk mencapai semua ini, bukanlah suatu perjalanan mulus dan licin, begitu banyak onak duri yang harus dilalui. Keputus asaan karena banyak waktu terbuang untuk hobby di bidang musik yang menyebabkan kuliah terbengkalai. 

    Kebohongan berkepanjangan untuk suatu gelar, sekedar membuat bangga orang tua. Dan orang tua yang terpukul karena tersibaknya kebohongan yang menghancurkan impian, tentang kehidupan putra yang diharapkan bisa mandiri untuk generasi didepannya. 

    Kepahitan, keputus-asaan, perasaan gagal dan tak berguna, dan kesakitan yang bercampur aduk menjadi satu. Namun disinilah pentingnya kebersamaan diantara keluarga, saling menguatkan ditengah keterpurukan. Menyerahkan dengan kepasrahan yang nyaris ambruk di tangan Sang Empunya Kehidupan. Pasrah dalam doa dan pengharapan yang nyaris punah. 

    Memaafkan setulusnya, yang lebih didominasi kerinduan hati untuk menolong, menyelamatkan dan menerima kenyataan bahwa di saat yang paling genting sekalipun tangan Tuhan masih menopang. Memberikan jalan keluar bagi umatNya yang menggapai pertolongan dengan pengharapan yang kuat bahwa semuanya akan berakhir dengan menyenangkan. 

    Mempertebal ketabahan, kesabaran, dan kerjasama untuk memperbaiki keadaan yang sudah caruk maruk. Bergandengan tangan untuk saling menolong dan menguatkan. 

    Dan pendekatan sebagai seorang sahabat dan pribadi yang bebas untuk menentukan pilihan pribadi terbaik, saling memahami satu dengan lainnya, dan penyerahan total kepada kehendak Tuhan, akhirnya memuluskan jalan untuk mencapai keberhasilan. 

    Melepaskan rasa ego pribadi seorang tua yang merasa bisa menentukan kehidupan yang terbaik bagi putranya, dan menyadari bahwa seorang anak adalah suatu pribadi tersendiri yang unik, yang mempunyai kehidupan pribadi. 

    “Tabita sudah menikmati fasilitas dari jerih payah orang tua, bisa bersekolah dengan baik, mendapatkan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, bisa memperoleh apa yang diinginkan walaupun harus secara prioritas kepentingan. Mama berharap, Tabita bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Berjuang untuk keberhasilan kuliah yang menjadi pilihan sendiri. Selesai…, bekerja …., dan berumah tangga dengan perempuan seiman yang takut Tuhan. Kemuadian nantinya mendidik anak-anak yang akan hadir sebagai orang tua yang bertanggung jawab…” itulah yang selalu kuingatkan pada Tabita. 

    Saudaraku terkasih,
    Tanggal 18 Juli 2011, Tabita berumur tepat 26 tahun. Usia yang sudah sangat dewasa untuk menentukan hal yang terbaik untuk masa depannya sendiri. 

    Aku selalu berdoa Tuhan Yesus memampukan ia bersikap bijak untuk berjuang meraih masa depan yang baik, dan nantinya mampu berbuat yang terbaik sebagai suami, orang tua yang bertanggung jawab bagi keturunannya dan orang disekelilingnya. Amin. 

    “Mama waktu menikah umur 25 tahun dan almarhum papamu umur 26 tahun….” Kataku waktu melihat Tabita tenang-tenang saja tanpa ada teman perempuan yang spesial. Dia hanya tersenyum. 

    Tapi sungguh, aku berharap setelah ia menyelesaikan kuliahnya, dan kemudian bekerja, Tabita segera dipertemukan Tuhan dengan perempuan seiman yang takut Tuhan yang akan menjadi pendamping hidupnya dan melahirkan anak-anaknya.


    Saudaraku terkasih,
    Satu pelajaran berharga yang ingin kubagikan padamu.

    Tolong, jangan pernah paksakan ambisi pribadi kita selaku orang tua kepada anak-anak kita, walaupun menurut kita itu terbaik bagi mereka. 

    Mereka adalah pribadi bebas yang berhak untuk menentukan pilihan masa depannya sendiri. Tugas kita sebagai orang tua adalah memfasilitasi semua kebutuhan mereka semampu kita, dan mengarahkan mereka secara bijak, jika mereka mulai melenceng dari tujuan utama mereka untuk mendapatkan kehidupan masa depan yang baik.


    (Amsal 19:18,20) Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya. Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. 

    Discipline your son while there is hope, but do not set yourself to his ruin. Hear counsel, receive instruction, and accept correction, that you may be wise in the time to come.


    (Kolose 3:20,21) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
    Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya. 

    Children, obey your parents in everything, for this is pleasing to the Lord. Fathers, do not provoke or irritate or fret your children, lest they become discouraged and sullen and morose and feel inferior and frustrated.
    --------------

    LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.