Rabu, 31 Agustus 2011

Dalam Lindungan Allah


Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." 

Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk. 

Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok. 

Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, terhadap panah yang terbang di waktu siang, terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap, terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. 

Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. 

Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. 

Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

Singa dan ular tedung akan kaulangkahi, engkau akan menginjak anak singa dan ular naga. 

Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. 

Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."

(Mazmur 91:1-16)
----------------------------------


HE WHO dwells in the secret place of the Most High shall remain stable and fixed under the shadow of the Almighty.

I will say of the Lord, He is my Refuge and my Fortress, my God; on Him I lean and rely, and in Him I trust!

For He will deliver you from the snare of the fowler and from the deadly pestilence.

He will cover you with His pinions, and under His wings shall you trust and find refuge; His truth and His faithfulness are a shield and a buckler.

You shall not be afraid of the terror of the night, nor of the arrow that flies by day,

Nor of the pestilence that stalks in darkness, nor of the destruction and sudden death that surprise and lay waste at noonday.

A thousand may fall at your side, and ten thousand at your right hand, but it shall not come near you.

Only a spectator shall you be as you witness the reward of the wicked.

Because you have made the Lord your refuge, and the Most High your dwelling place,

There shall no evil befall you, nor any plague or calamity come near your tent.

For He will give His angels charge over you to accompany and defend and preserve you in all your ways.

They shall bear you up on their hands, lest you dash your foot against a stone.

You shall tread upon the lion and adder; the young lion and the serpent shall you trample underfoot.

Because he has set his love upon Me, therefore will I deliver him; I will set him on high, because he knows and understands My name.

He shall call upon Me, and I will answer him; I will be with him in trouble, I will deliver him and honor him.

With long life will I satisfy him and show him My salvation.

Psalm 91:1-16

Tuhan Punya Rencana


Suatu hari ada seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisannya dan lukisan ini adalah lukisan yang sangat bagus. Sang pelukis ketika menyelesaikan lukisannya sangat senang dan memandangi lukisan yang berukuran 2×8 m itu. Sambil memandanginya pelukis tersebut berjalan mundur dan ketika berjalan mundur pelukis tersebut tidak melihat ke belakang. Dia terus berjalan mundur dan di belakang adalah ujung dari gedung tersebut yang tinggi sekali dan tinggal satu langkah lagi dia akan mengakhiri hidupnya.

Salah seorang melihat pelukis tersebut dan hendak berteriak untuk memperingatkan pelukis tersebu, tetapi tidak jadi karena dia berpikir sekali dia berteriak pelukis tersebut malah bisa jatuh. Kemudian orang yang melihat pelukis tersebut mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut lalu mencoret-coret lukisan tersebut sampai rusak.

Pelukis tersebut sangatlah marah dan maju hendak memukul orang tersebut. Namun, beberapa orang yang ada di situ menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang nyaris jatuh.

Kadang-kadang kita telah melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus atau bahkan memimpikan suatu hari yang indah bersama dengan pasangan yang kita idamkan. Namun, lukisan itu kelihatannya dirusak oleh Tuhan, karena Tuhan melihat bahaya yang ada pada kita jika kita terus melangkah. Kadang-kadang kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau juga terhadap pemimpin kita. Namun, perlu kita ketahui Tuhan selalu menyediakan yang terbaik.

Selasa, 30 Agustus 2011

Bahagia Akhirnya


“Krooookkk… praakkk.. praaakkk…praakkk…” dengan kasar dan sekuat tenaga rajawali itu mematuk-matuk kan paruhnya pada bebatuan di gunung. Sangat menyakitkan…! Tapi ia bersyukur saat paruhnya lepas. Ia yakin paruh baru akan muncul, walau itu memerlukan waktu yang cukup lama. Tapi ia akan bersabar.


Dan kini paruh baru itu telah muncul. Kembali ia harus berjuang melawan kesakitan dan penderitaan, ketika harus mencabuti kukunya satu persatu. Darah dan luka menganga mengiringi kesakitannya. Tapi ia sabar menyembuhkan diri dan menanti tumbuhnya kuku baru yang lebih tajam. 

Proses transformasi tubuh yang menyakitkan itu tidak hanya berhenti sampai disini. Ia harus berjuang lagi melawan kesakitan dan penderitaan.

Ketika kuku-kukunya telah tumbuh, ia harus mencabuti bulu sayapnya hingga rontok semua. Ia kembali harus sabar menahan kesakitan dan hawa dingin yang menusuk tubuhnya yang gundul. Ia sabar menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. 

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya, sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu, bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi. 

Dan untuk bertahan hidup, ia harus menjalani proses tranformasi tubuh yang sangat menyakitkan itu. Siksaan dan penderitaan yang harus ia hadapi selama kurang lebih setengah tahun. 

Tapi itulah pilihan yang harus ia pilih untuk dapat terus bertahan hidup. Perjuangan, penderitaan, dan kesakitan yang akhirnya berbuah manis. 

Kini rajawali rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Dan bila ia beruntung menghadapi semua tantangan di alam bebas, maka rajawali perkasa itu mampu bertahan selama 30 tahun lagi, sebelum akhirnya ia menghadap Sang Pencipta dalam keabadian. 

Saudaraku terkasih,
Kehidupan manusia, tidak jauh berbeda dengan kehidupan rajawali. 

Dalam kehidupan ini begitu banyak tantangan, hambatan, masalah, kesakitan dan duka nestapa yang di hadapi. Namun begitu banyak juga kesenangan, sukacita, bahagia, keberuntungan yang kita terima. 

Susah atau senang. Bahagia atau kesedihan. Kelimpahan atau kekurangan. Dua-duanya bagai sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dua-duanya mampu membuat kehidupan manusia beruntung atau celaka.

Penderitaan, kesusahan yang berkepanjangan terkadang membuat putus asa. Dan putusan terakhir yang salah banyak diambil, mengakhiri kehidupan yang diberikan oleh Sang Pencipta dengan paksa. Seolah dengan tindakan tragis itu semua derita akan berakhir dengan mulus. Padahal, kesakitan abadi di neraka telah menanti.

Saudaraku terkasih,
Kesenangan juga mampu membuat seseorang larut didalamnya. Terjebak untuk pemuasan diri pribadi yang sesat. Larut dalam kehidupan yang bebas tanpa batas, yang pada akhirnya menghancurkan kehidupan itu sendiri. 

Saudaraku terkasih,
Rajawali tadi bisa saja memilih untuk tidak melewati proses transformasi yang menyakitkan, tetapi itu berarti menuju kematian yang abadi. Demikian juga dengan manusia, manusia bisa saja memilih yang dia suka. Hanya saja pilihan itu benar atau salah? 

Tapi saya yakin dan percaya, sahabatku terkasih,

Kita adalah manusia pejuang yang diberkati Allah. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita, dan kita dihadapkan pada pilihan, harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Kita pasti mampu melewatinya, karena Allah selalu setia menuntun langkah hidup kita. 

Dan kita juga percaya, ada masa depan yang Allah sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ....., suatu yang saudara dan saya impikan selama ini.

(Mazmur 71:18-24) juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.

Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau? Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.

Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku. Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel. Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku.

Yes, even when I am old and gray-headed, O God, forsake me not, until I have declared Your mighty strength to generation, and Your might and power to all that are to come. Your righteousness also, O God, is very high, You Who have done great things; O God, who is like You, or who is Your equal? You Who have shown us troubles great and sore will quicken us again and will bring us up again from the depths of the earth. Increase my greatness and turn and comfort me. I will also praise You with the harp, even Your truth and faithfulness, O my God; unto You will I sing praises with the lyre, O Holy One of Israel. My lips shall shout for joy when I sing praises to You, and my inner being, which You have redeemed. My tongue also shall talk of Your righteousness all the day long; for they are put to shame, for they are confounded, who seek and demand my hurt.
-------------

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.

Senin, 29 Agustus 2011

Saya Akan Menikah Bunda


“Bunda lagi apa…? Bunda sehatkah….?”

“Shalom. Selamat malam Merry terkasih. Lama tidak dengar sapaanmu. Saya senang... 
Biasa, sekarang sedang membalas sapaan teman-teman... Saya luar biasa sehat…. 
Bagaimana kabarmu nanda terkasih?”

“Sehat bunda….
Saya akan menikah bunda….”

“Wah..... luar biasa.... ini benar-benar berita yang sangat menyenangkan.
Kapan itu sayang...?”

“111111 bunda…..”

“Wouuu... ini angka yang hebat..... saya sukacita mendengarnya, dengan marga apa manis?”

“SITOMPUL , bunda….”

“Puji Tuhan Yesus. Napitupulu dengan Sitompul, pasangan yang sangat ideal.
Saya selalu berdoa rencana pernikahan dalam ikatan kudus dan janji suci kalian diberkati selalu oleh Tuhan Yesus, dan semua acara berjalan sangat lancar….. ”

“AMIN…”

“Allah Bapa Sorgawi, Tuhan Yesus dan Roh Kudus selalu menolong dan memberkati nanda Merry dan calon suami terkasih. Amin.”

“Makasih bunda…”

“Terimakasih kembali sayang.” 

“Kirim kado yah bunda….”

“Doaku untuk kebahagiaan kalian akan kukirimkan setiap saat, sampai akhir kehidupan...” 

“Makasih bunda….”

“Terimakasih kembali manis …..”



Saudaraku terkasih,

Itulah sepenggal obrolanku dengan sahabat facebook-ku di Medan.
Merry seorang gadis muda yang manis dan begitu dekat hubungannya dengan Tuhan Yesus. 

Mula mengenalnya, aku begitu sudah bersimpati padanya. Gambar profilnya memperlihatkan dirinya yang tengah bersimpuh dalam doa.

Selama pertemanan kami, banyak hal-hal positif yang kupelajari darinya.
Seorang gadis muda yang begitu mencintai keluarganya. Hormat dan cintanya pada mama yang membimbingnya dalam kesendirian karena papa yang telah berada di surga, dan kasih sayangnya kepada adik-adiknya.

Kesetiaan dan keaktifannya dalam persekutuan pemuda di Gereja, membuat gadis manis ini semakin diberkati dalam setiap langkah kehidupannya.

Kemudian perjuangannya untuk bersaing mendapatkan pekerjaan di salah satu bank terkemuka, sampai akhirnya ia berhasil. Begitu tegar dan tak kenal menyerah….

Beberapa kali sempat kusimak statusnya yang menyiratkan rasa sakit hati karena hubungan percintaan. Namun semuanya bisa teratasi baik.

Dan aku percaya itu karena penyerahan total pada kuasa Sang Penebus, dalam doa dan penyembahan.

Dan malam ini, aku bahagia sekali menerima berita menyenangkan ‘SAYA AKAN MENIKAH BUNDA….”

Perasaan bahagia itu merasuk nyaman sampai kerelung hati terdalam.
Aku pernah jatuh cinta dan cinta itu sampai kini masih menguasai seluruh jiwa dan perasaanku, LELAKI DARI SURGA. 

Perasaan nyaman yang mampu menggetarkan seluruh sendi-sendi ditubuhku. Cinta memang indah dan menyenangkan…. 


Merry terkasih, 
Walau secara nyata aku belum pernah bertemu denganmu, namun setulusnya aku mengasihimu. 
Kamu gadis yang hebat…. Sangat beruntung Sitompul memperoleh cintamu, dan sebentar lagi akan mempersuntingmu menjadi teman hidup abadi.

Saya selalu berdoa, rencana indah kalian untuk melangsungkan perkawinan dalam ikatan suci dihadapan tahta kudus Allah Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus dan juga dihadapan jemaat, saudara dan sahabat, diberkati dengan segala kemudahannya. Amin.


(Kidung Agung 8:6) Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!

Set me like a seal upon your heart, like a seal upon your arm; for love is as strong as death, jealousy is as hard and cruel as Sheol . Its flashes are flashes of fire, a most vehement flame!

Selamat bahagia Merry terkasih. Tuhan Yesus memberkati. Amen.

Sampai Nanti Mam

Seorang pemuda berjalan-jalan di dalam sebuah supermarket sembari mengambil beberapa barang kebutuhannya. Ada seorang wanita tua yang mengikuti dan memperhatikannya. Tanpa berprasangka jelek, ia meneruskan belanjanya. Akhirnya ia menuju antrean ke kasir dan wanita tua itu menyela di depannya. “Maafkan saya,” kata wanita tua itu, “saya mohon maaf jika telah membuatmu tidak nyaman. Engkau mirip sekali dengan putraku yang baru meninggal.”

“O… tidak apa-apa… saya turut bersedih atas meninggalnya putramu, “jawab si pemuda dengan sopan. “Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu,” tanya sang pemuda.

“Ya, ” jawab si wanita, “jika aku meninggalkan kasir nanti dan kita berpisah, bisakah kau mengatakan, ‘Sampai nanti Mam!’ Ini akan menghibur hatiku.”

“O… tentu saja, dengan senang hati…” jawab si pemuda.

Setelah urusan wanita tua itu dengan kasir selesai, ia menoleh ke arah si pemuda sembari tersenyum dan pemuda itu pun berkata, “Sampai nanti Mam!”

Tetapi betapa terkejutnya sang pemuda ketika kasir mengatakan bahwa jumlah belanjaannya senilai Rp. 1.275.000,-.

“Bagaimana ini bisa terjadi? Aku hanya belanja beberapa barang ini?” tanya si pemuda terheran-heran.

“Tadi ibumu mengatakan bahwa Anda yang akan membayar semua belanjaannya,” jawab kasir dengan sedikit bingung.

Ada kisah penipuan lain yang kami alami sendiri. Pada waktu itu kami sedang memulai usaha dengan menjual pakaian di rumah kami. Suatu siang, datanglah seorang wanita paruh baya memilih beberapa baju. Ketika mau membayar, ia terkejut karena dompetnya tertinggal di rumah. Ia minta agar pembantu kami ikut bersama dia ke rumahnya. Karena wanita itu terlihat santun, kami mengizinkan pembantu kami mengikuti dia ke rumahnya dengan membawa baju-baju yang telah dipilihnya. Di tengah perjalanan, ia menyuruh pembantu kami pulang dengan mengatakan ia nanti akan membayar sendiri kepada istri saya. Pembantu kami yang lugu itu pun pulang, dan mengatakan, “Bu, kata orang itu ia akan bayar sendiri kepada ibu.”Kami terkejut dan menyadari bahwa ini adalah penipuan. Dengan segera kami menelusuri jalan yang tadi mereka lalui, tapi wanita itu lenyap bak ditelan bumi.

Di sekitar kita mungkin ada orang-orang yang malas, yang mau mendapatkan dengan mudah apa yang mereka butuhkan sekalipun itu harus dilakukan dengan menipu. Kita perlu minta hikmat, akal-budi dan kepekaan kepada Tuhan, agar dapat terluput dari orang yang berniat jahat. Di sisi yang lain, berhati-hati, waspada dan selalu berpikir logis, merupakan tanggung jawab kita. Jangan karena kita sudah berdoa, hal-hal ini lalu diabaikan.

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.(Matius 10:16)

Surat Untuk Tuhan Yesus

Sepucuk surat yang kukirim kepada Tuhan Yesus.







Tuhan, aku ingin tahu:







Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?

Mengapa aku harus memberikan pipi yang kanan jika ditampar pipi yang kiri?

Mengapa aku harus mencintai musuhku?

Mengapa sepertinya aku harus selalu mengalah walau dirugikan?

Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?







Tolong Tuhan,






jawab aku biar aku mengerti, karena aku merasa sangat lelah menanggung 



semuanya ini...









Jawaban Tuhan Yesus dari surga :

Anak-Ku terkasih, tidakkah kau sadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu?






Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil.




Aku melihat saat air matamu mengalir menahan perasaan sedih yang tak 


terucapkan.








Aku bahkan ikut merasakan kepedihan hatimu saat kau dikecewakan...



Tapi tahukah kau anak-Ku, bahwa Aku semakin mengasihimu saat Aku melihat 


kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas 


keburukan mereka?








Dan Aku




melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu membuat-

Ku sangat marah.













Aku ijinkan semua itu terjadi




supaya kau terlatih makin hari makin sempurna dan menyerupai Aku.




Tapi, pada saatnya Aku akan menggantikan semuanya dan








memberkatimu sesuai kemuliaan dan kekayaanKu.




Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat di mana tak ada seorang pun bisa menutupnya.

Dan Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak 

seorang pun bisa mengambilnya.









Dan


Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka


 dan akan membuat perhitungan dengan mereka yang tak dapat kau bayangkan.







Jadi, anakku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, 


karena sesungguhnya mata-Ku ada di segala tempat,


mengawasi orang jahat dan orang baik.









Aku mengasihimu dengan kasih yang kekal...Gbu