Selasa, 30 Agustus 2011

Bahagia Akhirnya


“Krooookkk… praakkk.. praaakkk…praakkk…” dengan kasar dan sekuat tenaga rajawali itu mematuk-matuk kan paruhnya pada bebatuan di gunung. Sangat menyakitkan…! Tapi ia bersyukur saat paruhnya lepas. Ia yakin paruh baru akan muncul, walau itu memerlukan waktu yang cukup lama. Tapi ia akan bersabar.


Dan kini paruh baru itu telah muncul. Kembali ia harus berjuang melawan kesakitan dan penderitaan, ketika harus mencabuti kukunya satu persatu. Darah dan luka menganga mengiringi kesakitannya. Tapi ia sabar menyembuhkan diri dan menanti tumbuhnya kuku baru yang lebih tajam. 

Proses transformasi tubuh yang menyakitkan itu tidak hanya berhenti sampai disini. Ia harus berjuang lagi melawan kesakitan dan penderitaan.

Ketika kuku-kukunya telah tumbuh, ia harus mencabuti bulu sayapnya hingga rontok semua. Ia kembali harus sabar menahan kesakitan dan hawa dingin yang menusuk tubuhnya yang gundul. Ia sabar menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. 

Pada umur 40 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya, sehingga ia akan kesulitan memakan. Dan cakar-cakarnya juga sudah tidak tajam. Selain itu, bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi. 

Dan untuk bertahan hidup, ia harus menjalani proses tranformasi tubuh yang sangat menyakitkan itu. Siksaan dan penderitaan yang harus ia hadapi selama kurang lebih setengah tahun. 

Tapi itulah pilihan yang harus ia pilih untuk dapat terus bertahan hidup. Perjuangan, penderitaan, dan kesakitan yang akhirnya berbuah manis. 

Kini rajawali rajawali itu dapat terbang kembali dan menjalani kehidupan normalnya. Dan bila ia beruntung menghadapi semua tantangan di alam bebas, maka rajawali perkasa itu mampu bertahan selama 30 tahun lagi, sebelum akhirnya ia menghadap Sang Pencipta dalam keabadian. 

Saudaraku terkasih,
Kehidupan manusia, tidak jauh berbeda dengan kehidupan rajawali. 

Dalam kehidupan ini begitu banyak tantangan, hambatan, masalah, kesakitan dan duka nestapa yang di hadapi. Namun begitu banyak juga kesenangan, sukacita, bahagia, keberuntungan yang kita terima. 

Susah atau senang. Bahagia atau kesedihan. Kelimpahan atau kekurangan. Dua-duanya bagai sisi mata uang yang tak bisa dipisahkan. Dua-duanya mampu membuat kehidupan manusia beruntung atau celaka.

Penderitaan, kesusahan yang berkepanjangan terkadang membuat putus asa. Dan putusan terakhir yang salah banyak diambil, mengakhiri kehidupan yang diberikan oleh Sang Pencipta dengan paksa. Seolah dengan tindakan tragis itu semua derita akan berakhir dengan mulus. Padahal, kesakitan abadi di neraka telah menanti.

Saudaraku terkasih,
Kesenangan juga mampu membuat seseorang larut didalamnya. Terjebak untuk pemuasan diri pribadi yang sesat. Larut dalam kehidupan yang bebas tanpa batas, yang pada akhirnya menghancurkan kehidupan itu sendiri. 

Saudaraku terkasih,
Rajawali tadi bisa saja memilih untuk tidak melewati proses transformasi yang menyakitkan, tetapi itu berarti menuju kematian yang abadi. Demikian juga dengan manusia, manusia bisa saja memilih yang dia suka. Hanya saja pilihan itu benar atau salah? 

Tapi saya yakin dan percaya, sahabatku terkasih,

Kita adalah manusia pejuang yang diberkati Allah. Ketika sebuah masalah datang dalam kehidupan kita, dan kita dihadapkan pada pilihan, harus melewati suatu transformasi kehidupan yang menyakitkan bagi jiwa dan tubuh kita. Kita pasti mampu melewatinya, karena Allah selalu setia menuntun langkah hidup kita. 

Dan kita juga percaya, ada masa depan yang Allah sediakan untuk kita diakhir perjuangan kita, suatu kehidupan 30 tahun lebih panjang, suatu kehidupan yang lebih baik, suatu pemulihan hubungan, suatu kesembuhan, suatu sukacita ....., suatu yang saudara dan saya impikan selama ini.

(Mazmur 71:18-24) juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.

Keadilan-Mu, ya Allah, sampai ke langit. Engkau yang telah melakukan hal-hal yang besar, ya Allah, siapakah seperti Engkau? Engkau yang telah membuat aku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka, Engkau akan menghidupkan aku kembali, dan dari samudera raya bumi Engkau akan menaikkan aku kembali.

Engkau akan menambah kebesaranku dan akan berpaling menghibur aku. Akupun mau menyanyikan syukur bagi-Mu dengan gambus atas kesetiaan-Mu, ya Allahku, menyanyikan mazmur bagi-Mu dengan kecapi, ya Yang Kudus Israel. Bibirku bersorak-sorai sementara menyanyikan mazmur bagi-Mu, juga jiwaku yang telah Kaubebaskan. Lidahku juga menyebut-nyebut keadilan-Mu sepanjang hari, sebab akan mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang mengikhtiarkan celakaku.

Yes, even when I am old and gray-headed, O God, forsake me not, until I have declared Your mighty strength to generation, and Your might and power to all that are to come. Your righteousness also, O God, is very high, You Who have done great things; O God, who is like You, or who is Your equal? You Who have shown us troubles great and sore will quicken us again and will bring us up again from the depths of the earth. Increase my greatness and turn and comfort me. I will also praise You with the harp, even Your truth and faithfulness, O my God; unto You will I sing praises with the lyre, O Holy One of Israel. My lips shall shout for joy when I sing praises to You, and my inner being, which You have redeemed. My tongue also shall talk of Your righteousness all the day long; for they are put to shame, for they are confounded, who seek and demand my hurt.
-------------

LORD JESUS bless you and me, now and forever. Amen.

Tidak ada komentar: